Roberto De Zerbi telah resmi diperkenalkan sebagai manajer baru Tottenham Hotspur untuk menggantikan Igor Tudor. Dalam pernyataan perdananya, pelatih asal Italia tersebut menegaskan ambisinya untuk mengakhiri reputasi sebagai manajer yang kerap berpindah klub dan berkomitmen untuk membangun stabilitas jangka panjang di London Utara.
Tugas yang menanti De Zerbi tergolong sangat berat. Tottenham saat ini berada dalam periode krisis setelah gagal mencatatkan satu pun kemenangan sepanjang tahun 2026, yang menyebabkan klub terpuruk di posisi ke-17 klasemen Premier League—hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.
BACA JUGA : Akhir Era Sang Raja: Strategi Liverpool Menghadapi Kepergian Mohamed Salah di Musim Panas 2026
Tantangan Reputasi dan Kritik Suporter
Penunjukan De Zerbi tidak lepas dari gelombang skeptisisme. Selain kontroversi terkait pembelaannya terhadap Mason Greenwood di masa lalu, para pendukung The Lilywhites mengkhawatirkan rekam jejak De Zerbi yang jarang bertahan lama di satu klub.
Catatan karier De Zerbi menunjukkan pola masa jabatan yang singkat:
- Sassuolo: Menjadi periode terlamanya dengan durasi tiga tahun.
- Shakhtar Donetsk, Brighton, dan Marseille: Tidak pernah mencapai durasi dua tahun, sering kali akibat perselisihan visi dengan jajaran petinggi klub.
Stabilitas manajerial memang menjadi isu kronis di Tottenham dalam beberapa musim terakhir. Oleh karena itu, kemampuan De Zerbi untuk menyelaraskan egonya dengan kebijakan manajemen klub akan menjadi kunci keberhasilannya di Inggris.
Janji Loyalitas di Hadapan Publik Anfield
Guna meredam kekhawatiran tersebut, De Zerbi menyampaikan pesan langsung melalui situs resmi klub. Ia menyatakan kebanggaannya bisa memimpin klub sebesar Tottenham dan berjanji akan memberikan dedikasi penuh.
“Bagi saya, merupakan kehormatan dan saya sangat bangga menjadi pelatih kalian. Saya ingin memberikan yang terbaik. Saya ingin bertahan lama di klub besar ini,” ujar De Zerbi dalam sambutan resminya. Ungkapan ini dipandang sebagai upaya untuk membangun kepercayaan awal dengan basis penggemar yang tengah merasa frustrasi dengan performa tim.
Agenda Debut dan Pertarungan di Papan Bawah
De Zerbi memiliki waktu persiapan yang cukup panjang sebelum menjalani laga debutnya. Dikarenakan penyesuaian jadwal kompetisi, laga pertamanya baru akan tersaji pada 12 April 2026 saat Tottenham menghadapi Sunderland.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian pertama bagi sistem taktis De Zerbi yang dikenal mengedepankan penguasaan bola dan keberanian membangun serangan dari lini belakang. Mengingat posisi klub yang sangat dekat dengan jurang degradasi, setiap poin dalam pertandingan mendatang akan sangat krusial untuk menentukan apakah komitmen jangka panjang De Zerbi dapat dimulai dengan fondasi yang solid di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
