Skenario Poin Sama: Menakar Aturan Penentuan Juara Liga Inggris antara Manchester City dan Arsenal

Skenario Poin Sama: Menakar Aturan Penentuan Juara Liga Inggris antara Manchester City dan Arsenal

Persaingan gelar juara Premier League musim ini memasuki fase krusial. Dengan hanya menyisakan lima pertandingan, perhatian dunia tertuju pada Manchester City dan Arsenal yang bersaing sengit di papan atas. Kondisi klasemen saat ini menunjukkan persaingan yang luar biasa ketat, di mana kedua tim sama-sama mengoleksi 70 poin dengan selisih gol yang identik, yaitu +37.

Untuk sementara, Manchester City menduduki posisi puncak klasemen karena unggul dalam produktivitas gol, yakni mencetak 69 gol dibandingkan Arsenal yang mengemas 66 gol. Pertanyaan besar pun muncul: apa yang terjadi jika kedua tim tetap memiliki poin yang sama hingga pekan terakhir?

BACA JUGA : Manchester City Ambil Alih Puncak Klasemen: Fokus Langsung Beralih ke Laga Akhir Pekan


Hierarki Penentuan Peringkat Premier League

Berdasarkan Aturan C.17 dalam Buku Panduan Premier League, terdapat lima kriteria berurutan yang digunakan untuk menentukan peringkat akhir klasemen jika terdapat dua tim atau lebih yang memiliki poin yang sama:

  1. Selisih Gol (Goal Difference): Total gol yang dicetak dikurangi total gol kemasukan sepanjang musim.
  2. Total Gol yang Dicetak (Goals Scored): Tim yang lebih produktif dalam membobol gawang lawan akan menempati posisi lebih tinggi.
  3. Poin Head-to-Head: Perolehan poin yang didapat khusus dari pertandingan yang mempertemukan kedua tim tersebut pada musim berjalan.
  4. Gol Tandang Head-to-Head: Jika poin head-to-head masih sama, maka jumlah gol yang dicetak di kandang lawan dalam pertemuan kedua tim menjadi penentu.
  5. Pertandingan Play-off: Jika keempat kriteria di atas masih menghasilkan angka yang sama persis, maka pertandingan penentuan di tempat netral akan digelar.

Mengapa Manchester City Saat Ini Memegang Keunggulan?

Jika musim berakhir hari ini dengan asumsi selisih gol dan jumlah gol tetap sama, maka Manchester City akan dinobatkan sebagai juara. Hal ini merujuk pada poin ketiga dalam aturan Premier League, yaitu rekor pertemuan langsung atau head-to-head.

Dalam dua pertemuan liga musim ini, Manchester City berhasil mencatatkan hasil yang lebih superior dibandingkan Arsenal:

  • Satu pertandingan berakhir dengan kemenangan untuk Manchester City.
  • Satu pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Dengan hasil tersebut, City mengumpulkan total 4 poin dari pertemuan langsung dengan Arsenal, sementara tim asuhan Mikel Arteta hanya mengantongi 1 poin. Keunggulan head-to-head inilah yang menjadi “benteng terakhir” bagi The Sky Blues jika persaingan berakhir dengan angka yang identik di kategori lainnya.


Prediksi Sisa Musim

Mengingat selisih poin yang nihil dan margin gol yang sangat tipis, setiap gol yang tercipta di lima laga sisa akan sangat krusial. Arsenal harus berjuang tidak hanya untuk memenangkan sisa pertandingan mereka, tetapi juga mengejar ketertinggalan dalam jumlah gol untuk menggeser City dari puncak klasemen sebelum kriteria head-to-head diberlakukan.

Di sisi lain, Manchester City berada dalam posisi psikologis yang lebih menguntungkan karena mereka memegang kendali atas nasib mereka sendiri lewat keunggulan statistik saat ini.